-->

Akhirnya Prabowo Tanpa Malu ‘Mencium Pantat’ Trump..!

Sebarkan:
Presiden Donald Trump bersama Prabowo."Kissing my ass..!" demi penurunan tarif 

Bagi pembaca yang begitu memuja Presiden Prabowo Subianto, tentu judul di atas sangat provokatif dan merendahkan. “Masa Presiden Indonesia dikatakan mencium pantat Presiden Amerika, Donald Trump. Itukan sangat merendahkan harga diri bangsa..!” pasti Itu kalimat yang terbesit dalam pikiran anda.

Tapi kalau menyimak bagaimana perkataan Donald Trump sebelumnya, maka Anda pasti mengerti bahwa benar Prabowo termasuk pemimpin negara yang telah mencium pantat Donald Trump. Ucapan ini disampaikan langsung oleh Trump pada pidatonya di acara makan malam bersama para anggota Kongres Partai Republik di Washington, 8 April 2025.

Ucapan Trump itu dilontarkan tidak lama setelah ia menaikkan tarif impor bagi sejumlah produk asing yang masuk ke Amerika Serikat. Sejumlah negara yang menjalin ekonomi dengan Amerika selama ini mengalami dampak buruk dari tarif tersebut. rata-rata Trump menaikkan tarif impor antara 11 persen sampai 50 persen.

Indonesia termasuk yang menerima dampak kenaikan itu. Besarnya mencapai  34 persen. Kondisi yang sama juga dialami negara lain, seperti Vietnam, Malaysia, sejumlah negara di Eropa dan Afrika. Bahkan untuk produk yang berasal dari China, Trump menaikkan pajak impor hingga 104 persen. Tentunya itu sebuah kebijakan yang sangat mengejutkan bagi dunia.

Banyak yang mengkritik Trump dengan kebijakannya itu, tapi ia sama sekali tidak peduli. Malah dengan bangganya ia mengatakan kepada rekan-rekannya sesama politisi Partai Republik di acara makan malam itu.

“I am telling you, these countries are calling us up, kissing my ass. They are dying to make a deal. 'Please, please sir, make a deal. I’ll do anything sir,” he imitated a begging foreign leader.

“Saya tegaskan kepada kalian semua, akan banyak pemimpinan negara yang  akan mencium pantat saya untuk meminta penurunan tarif impor itu. Mereka akan mendesak saya untuk membuat perjanjian, ‘Mohon pak, mari kita buat perjanjian, pokoknya kami lakukan apapun asal tarif diturunkan’, itu yang akan mereka minta kepada saya nanti,” demikian makna dari isi pidato Trump itu yang disampaikannya dengan berapi-api dan penuh percaya diri.

Bagi kita yang mencerna pidato itu, terkesan kalau Trump sangat arogan. Ya, memang di mata rakyat Amerika, Trump memang pemimpin arogan. Itu tidak diragukan lagi.  Sebelum menjabat presiden Amerika, toh, ia juga sudah terkenal sosok yang arogan.

Terlepas dari sikapnya itu, bahwa apa yang disampaikan Trump terbukti benar. Tidak lama setelah ia menetapkan kenaikan tarif impor tersebut, sejumlah kepala negara berlomba-lomba untuk ‘mencium pantatnya’ guna memohon penurunan. Salah satu yang getol berharap adalah Presiden Prabowo.

Sejak kenaikan tarif impor itu ditetapkan, Presiden Prabowo paling aktif berkomunikasi dengan Trump untuk meminta agar produk Indonesia mendapat keringanan. Prabowo bahkan bertemu khusus dengan Trump di Amerika guna menyampaikan permohonan langsung. 

Ada pula sejumlah utusan yang dikirim Prabowo guna memastikan adanya penurunan tersebut.

Prabowo juga bertemu lagi dengan Trump di Eropa untuk memastikan keringanan itu. Sampai-sampai Trump begitu leluasa menentukan persyaratan yang harus dipenuhi Indonesia.

Dalam perspektif Trump, jelas bahwa Prabowo berupaya keras untuk mencium pantatnya. Tidak ada bahasa halus lagi untuk melembutkan kalimat itu. 

Kissing my ass..!” itu kalimat tegas Trump.

Bahasa ini memang sangat kasar, apalagi disampaikan di depan politisi elit Amerika yang kemudian disebar ke seluruh dunia.

Tapi begitulah Trump. Ia memang dikenal sosok kontroversial sejak muda. Bekali-kali ia terlibat skandal. Bahkan Namanya pun cukup banyak disebut dalam dokumen Epstein yang sekarang sedang hangat dibicarakan terkait dengan tokoh-tokoh yang terlibat perdagangan seks dan prilaku Pedofilia.

Sesuai karakter Trump, apapun gunjingan orang kepadanya, ia tetap tidak peduli. terkadang gunjingan itu dibalasnya dengan kata-kata kotor.

Indonesia pada akhirnya bisa mendapatkan hasil  dari ‘mencium pantat’ Trump dengan diturunkannya tarif impor produk Indonesia yang masuk ke Amerika, dari 34 persen menjadi 19 persen.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menandatangani kesepakatan tarif dagang itu pada Kamis (19/2) di Washington dalam perjanjian yang disebut Agreement on Reciprocal Trade.

Apakah itu pertanda diplomasi yang dibangun Prabowo sangat ampuh sehingga Trump mau menurunkan tarif impor bagi produk Indonesia? 

Eepp…. tunggu dulu. Penurunan itu tidak gratis, bung..! Ada konsekuensi yang harus dipatuhi Prabowo setelah ia mencium pantat Trump.

Di sinilah Trump mampu memainkan perannya sebagai penekan sehingga Prabowo tak berdaya. Impian Prabowo menjadi macam Asia benar-benar tak terbukti. Kalaupun  ada yang mengatakan Prabowo tangkas dan berani bagaikan macan, mungkin ia macam peliharaan Trump.

Lihat saja bagaimana Prabowo tunduk patuh kepada ketentuan yang ditetapkan Trump sebagai persyaratan untuk penurunan tarif itu.

Pertama, Indonesia membebaskan tarif atas semua produk yang diekspor AS. Kedua, Indonesia harus mematuhi komitmen membeli energi senilai US$15 miliar dari AS atau Rp244,074 triliun (kurs Rp16.271 per dolar AS.

Ketiga, Indonesia harus menjalankan komitmen mengimpor produk pertanian AS bernilai US$4,5 miliar atau Rp73 triliun. Keempat, Indonesia harus membeli 50 pesawat buatan Boeing.

"Sebagai bagian dari Perjanjian tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli Energi AS senilai US$15 miliar, produk pertanian Amerika senilai US$4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing Jet, banyak di antaranya adalah 777," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya kala itu.

Tahu bahwa semua perintahnya dipatuhi Prabowo, akhirnya Trump tinggal ‘bersih-bersih pantatnya’ yang basah. Ia pun memuji Prabowo.

"Kesepakatan hebat, untuk semua orang, baru saja dibuat dengan Indonesia. Saya berurusan langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati," imbuhnya.

Pujian Trump kepada Prabowo semakin menguat setelah Indonesia juga resmi menyatakan diri bergabung dalam Board of Peace yang dibentuk Amerika dengan dalih ingin membangun perdamaian di  Palestina. Padahal banyak pengamat internasional yakin,  Trump tidak akan pernah berpihak kepada rakyat Palestina.

Board of Peace atau Dewan Perdamaian hanyalah cara Trump untuk memperkuat dominasi Israel di Palestina. Rakyat Gaza akan dibuat lebih menderita oleh lembaga itu. Makanya banyak negara yang selama ini membela Palestina menolak ikut bergabung. Termasuk Vatikan, tegas mencurigai siasar  busuk Trump di balik Board of Peace itu.

Prabowo mungkin ia melihat keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace akan membuat Trump semakin lembut. Tinggal bagaimana Prabowo lebih rajin kissing Trump’s ass  sampai basahnya lebih merona, sehingga tarif 19 persen yang sudah ditetapkan bisa diturunkan lagi.

Untuk misi itu, Prabowo siap mengorbankan rakyat Palestina.  Di mata Prabowo, penurunan tarif untuk produk Indonesia lebih penting ketimbang hak-hak rakyat Palestina. ***

Ahmady 

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini