-->

AS Bebas Masukkan Produknya ke Indonesia Tanpa Sertifikasi Halal, Prabowo Tak Berkutik!

Sebarkan:

Prabowo dan Trump pamer kesepakatan dagang penurunan tarif.
Bahwa Presiden Prabowo telah merendahkan harga diri bangsa melalui kesepakatan dagang yang ditandatangani di Amerika, Kamis 19 Februari lalu, sudah tidak terbantahkan lagi Selain tunduk kepada kebijakan Donald Trump yang memaksa Indonesia membeli produk mineral Amerika dalam nilai yang sangat besar, Amerika juga bisa berkuasa atas produk tambang Indonesia.  

Yang lebih parahnya, Amerika bisa mengekspor berbagai produknya ke Indonesia tanpa perlu sertifikasi halal. Indonesia harus patuh kepada perjanjian itu karena Prabowo tak bisa berkutik menghadapi tekanan Amerika. Ini yang dijuluki Macan Asia? Macan asia taik..!

Semua materi perjanjian dagang itu telah ditandatangani melalui Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/2) di Washington.

Dalam artikel 2.9 perjanjian itu disebutkan bahwa: “Dengan tujuan memfasilitasi ekspor kosmetik, alat kesehatan, dan barang manufaktur lainnya dari AS yang saat ini mungkin memerlukan sertifikasi halal, Indonesia akan membebaskan produk AS dari persyaratan sertifikasi halal dan pelabelan halal”.

Tertulis pula, bahwa Indonesia juga akan membebaskan wadah dan bahan lain yang digunakan untuk mengangkut produk manufaktur dari persyaratan sertifikasi halal dan pelabelan halal, kecuali wadah dan bahan lain yang digunakan untuk mengangkut makanan dan minuman, kosmetik, dan farmasi.

“Indonesia tidak akan memberlakukan persyaratan pelabelan atau sertifikasi untuk produk non-halal,” tulis dokumen itu.

Pada paragraf ketiga, Indonesia akan mengizinkan setiap lembaga sertifikasi Halal AS yang diakui oleh otoritas Halal Indonesia untuk mensertifikasi produk apa pun sebagai Halal untuk diimpor ke Indonesia tanpa persyaratan tambahan atau pembatasan. Terakhir, Indonesia akan menyederhanakan proses pengakuan halal AS oleh otoritas Halal Indonesia dan mempercepat persetujuan.

Apa yang didapat Indonesia dari perjanjian itu? Hanya sikap lunak Trump untuk menurunkan tarif bea masuk sejumlah produk Indonesia ke Amerika.  Tidak ada yang lain. 

Begitulah perkasanya Trump di mata Indonesia, sampai-sampai Prabowo sangat takut kepadanya kepada kebijakan Trump yang menaikkan tarif impor sejumlah produk asing ke rumahnya. Bandingkan dengan China yang berani melawan, Bahkan mereka membalas dengan menaikkan tarif impor bagi produk Amerika yang masuk ke negara itu.

Yang lucunya, sehari setelah perjanjian dagang itu disepakati Prabowo, Mahkamah Agung Amerika langsung membatalkan kebijakan Trump yang menaikkan tarif impor. Hakim Mahkamah Agung di sana memutuskan bahwa tarif impor semua produk negara asing yang masuk ke Amerika tidak boleh lebih dari 10 persen.

Trump pun menyerah, tapi ia terlanjur sudah bisa mendikte Indonesia sebagai negara yang lemah tak berdaya. Mampukah Indonesia merevisi perjanjian itu?

Kabarnya Prabowo mengaku akan mengevaluasi perjanjian yang sudah ditandatangani tersebut. Tapi apa dia berani melawan Trump..? Yang benar saja.

Sudahlah, jual saja semua harga diri bangsa ini ke Amerika. Jadikan Indonesia bagian dari ternak Amerika! 

Dasar antek asing. Mulut besarnya hanya tampak saat kampanye. Setelah berkuasa, tak berkutik menghadapi tekanan negara lain.***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini