-->

Teganya Bobby Bohongi Pengungsi yang Dijanjikan Menginap di Hotel selama Ramadan

Sebarkan:
Korban bencana banjir di Sumut melaksanakan sahur selama Ramadan di tenda darurat. Mereka korban janji manis Bobby Nasution. Bobby mendapat pencitraan, korban banjir mendapatkan penderitaan.

Gubernur Sumut Bobby Nasution kembali terbukti menebar janji palsu kepada masyarakat. Ironisnya, janji palsu itu disampaikannya kepada para korban bencana banjir yang sampai hari ini masih menetap di tenda-tenda pengungsian yang ada di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Kasihan para pengungsi itu, terus diterpa penderitaan panjang.

Sebelumnya Bobby sempat mengatakan bahwa pada Ramadan ini tidak akan ada lagi pengugsi banjir di Sumut yang tinggal di tenda-tenda darurat. Mereka nantinya akan dipindahkan ke hunian sementara (huntara) yang sudah disiapkan Pemerintah.

“Kalau saja huntara belum siap saat Ramadan, nantinya kita akan sewakan hotel untuk pengungsi itu agar mereka nyaman melaksanakan ibadah Ramadan,” ujar Bobby saat mengunjungi korban bencana di Tapanuli Tengah bersama Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian pada 5 Februari lalu.

Ucapan Bobby itu menjadi headline di sejumlah media. Puja puji dari pengungsi mengalir kepada menantu Jokowi itu karena ia dianggap peduli dengan kondisi para korban bencana, terutama  yang muslim. 

Namun pada kenyataannya janji itu hanya omong kosong. Sampai hari pertama ramadan 2026 ini, data PRR menyebutkan masih ada sekitar 850 orang lagi korban bencana di Sumut yang tinggal di tenda-tenda darurat. Mereka umumnya adalah korban bencana yang ada di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Para pengungsi itu terpaksa makan sahur dan berbuka puasa seadanya di tenda tersebut. Mereka juga tidak nyaman melaksanakan ibadah ramadan karena semuanya serba dilakukan dalam kondisi darurat.

Tadinya mereka sangat berharap bisa khusuk melaksanakan ibadah di penginapan sebagaimana yang dijanjikan Bobby. Nyatanya semua itu omong kosong belaka. Bobby lagi-lagi menipu rakyatnya. Ucapannya manis di mulut, tapi pahit dalam kenyataanya.

Untuk menutupi bohongnya itu, Bobby  sengaja membangun pencitraan berkumpul dengan para korban bencana di Tapanuli Tengah pada hari pertama Ramadan.  Ia berbuka puasa bersama dengan pengungsi yang ada di Kelurahan Sorkam, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Usai buka puasa, Bobby juga melaksanakan salat Tarawih di Kelurahan Sorkam. Untuk merekam aktivitasnya, tim Bobby sudah membawa wartawan sehingga semua kegiatannya langsung dipublikasikan. Sejumlah pejabat daerah juga ikut dalam rombongan itu.

Namun saat ditanya soal janjinya akan menginapkan para pengungsi di hotel, Bobby tak mau menjelaskan. Ia justru lebih banyak berbicara soal langkah pemerintah dalam pengendalian banjir di Tapanjuli Tengah, seperti membangun tanggul dan sabo dam (penahan material di bagian hulu) di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka.

Berdasarkan penuturan petugas di lapangan, bendungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka saat ini tertimbun material banjir bandang hingga mencapai kedalaman sekitar 250 centimeter. Kondisi tersebut menyebabkan sungai semakin dangkal. Akibatnya, jika hujan lebat datang, kawasan tersebut cepat sekali tergenang banjir.

Namun harus dipahami pula bahwa pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai  Tukka itu bukan program Provinsi Sumut, melainkan program yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Menteri PU Dody Hanggodo hadir di Tapanuli Tengah saat mencanangkan Pembangunan proyek itu.

Dalam tertulisnya kepada wartawan pada 18 Februari lalu, Dody menegaskan kalau proyek itu diharapkan selesai pada Mei 2026 melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat. 

Adapun kehadiran Bobby cuma melihat lokasi proyek.  Ia sama sekali tidak paham soal sabo dam itu karena merupakan hasil pemikiran Kementerian PU, bukan Pemprovsu. Anggarannya juga dari APBN 2026, bukan APBD Sumut.

Yang menjadi masalah adalah nasib para pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda darurat sampai saat ini. Mereka cenderung menjadi korban pembohongan dengan janji-janji manis dari Bobby Nasution.  

Tadinya para pengungsi itu berharap bisa tenang melaksanakan ibadah ramadan di hotel sebagaimana yang dijanjikan. Nyatanya semua omong kosong. Bobby sukses mendapatkan pencitraan, korban bencana merasakan penderitaan.! ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini