Rumah produksi MD Pictures akan segera merilis film terbaru
mereka yaitu film "Gak Ada Matinya!" yang datang dengan sebuah premis
yang sangat unik dan sedikit "gelap". Film ini akan menceritakan
kisah seorang anak yang justru mengharapkan kematian ayahnya demi bisa
mendapatkan uang asuransi.
Pemain film Gak Ada Matinya..!
"Ketika ada seorang anak terlilit utang KPR, tiba-tiba ia menginginkan agar bapaknya meninggal. Kebetulan saat itu bapaknya sakit sehingga ia berharap bapaknya mati, terus dia udah merencanakan dapat uang asuransinya," beber sang produser, Muhadly Acho di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 19 Februari.
Namun, rencana tersebut berantakan saat sang ayah ternyata hanya mati suri. Tiba-tiba di perjalanan bapaknya bangun lagi dan Kembali hidup seperti biasa.
Dari sinilah konflik utama film dimulai. Akan ada permainan "kucing-kucingan" antara sang anak, Binsar (Oki Rengga) , dengan ayahnya, Luhut (Matias Muchus) yang dikemas dalam balutan komedi yang segar. Dua nama ini mewarnai tragedy keluarga Luhut Binsar.
Tentu saja nama ini tidak ada kaitannya dengan Luhut Binsar Pandjaitan, tokoh batak yang menguasai negeri ini di masa Pemerintahan Jokowi. Lagi pula, nama Luhut dan Binsar sangat umum di kalangan masyarakat batak sehingga nama itu digunakan sebagai tokoh di film ini.
Selain premis yang unik, film ini juga menyatukan jajaran pemain (ensemble cast) yang sangat mengejutkan. MD Pictures berhasil menggabungkan aktor-aktor dari genre yang sangat berbeda.
Sebut saja Oki Rengga, Mika Tambayong, Lolox, hingga Fedi Nuril. Kehadiran Fedi Nuril, yang lekat dengan citra poligami di film-film MD, dalam sebuah film komedi tentu saja menjadi sebuah daya tarik tersendiri.
Tidak hanya itu, ada pula Beni Siregar yang disebut sebagai "kembaran" Fedi Nuril, hingga aktor laga Yoshi Sudarso. Perpaduan ini membuat penonton sulit menebak arah dari film ini.
Acho menyebut kombinasi pemain ini belum pernah ada sebelumnya di MD Pictures. Ini adalah sebuah eksperimen yang berani untuk menciptakan sebuah dinamika komedi yang baru.
Dengan premis yang "nyeleneh" dan jajaran pemain yang "gado-gado", "Gak Ada Matinya!" siap menjadi sebuah tontonan yang tidak hanya lucu, tetapi juga penuh dengan kejutan.
Produser Manoj Punjabi secara terbuka mengakui bahwa rumah produksinya, MD Pictures, masih memiliki satu "pekerjaan rumah" yang belum tuntas.
Di tengah kesuksesan di genre horor dan drama, mereka belum berhasil mencetak film komedi yang benar-benar box office.
"Selalu dari MD itu kalau buat komedi belum punya karya atau film yang box office ya akan kita kejar terus sampai berhasil saya never give up," ujar Manoj Punjabi.
Ia menyebut beberapa film komedi yang pernah mereka produksi, seperti "Komedi Gokil" dan "Insya Allah Sah", namun hasilnya masih di bawah ekspektasi.
Untuk menaklukkan "kutukan" ini, Manoj pun mengambil sebuah langkah strategis. Ia menggandeng salah satu nama besar di dunia komedi saat ini, Muhadly Acho, untuk memproduseri film "Gak Ada Matinya!".
"Nongol wah kalau Acho gabung gimana nih? Ini kan bulan Juli Agustus ya timeline-nya ya. Terus saya bilang wah itu keren banget jadi warna baru," kenangnya.
Manoj percaya bahwa MD Pictures perlu melebarkan sayap dan tidak hanya terjebak dalam genre-genre yang sudah terbukti sukses.
"MD juga ingin punya warna baru," tegasnya.
Ia pun memberikan kepercayaan penuh kepada Acho dan timnya untuk meracik sebuah formula komedi yang segar. Ia tidak banyak ikut campur dalam urusan kreatif. "Semua saya serahkan ke Acho and team secara kreatif... karena expert-nya mereka," kata Manoj.
Misi untuk menaklukkan genre komedi ini menjadi sebuah agenda penting bagi MD Pictures.
"Komedi salah satu agenda MD yang kita harus sukses," ujarnya.
Film ini merupakan film pertama di mana Muhadkly Acho yang sebelumnya sukses menyutradarai film Agak Laen II, di film ini ia akan mengemban tugas sebagai produser. Muhadkly Acho diberikan kebebasan penuh untuk berkreasi tanpa campur tangan Manoj Punjabi.
Dalam film besutan sutradara Etienne Caesar ini, Acho mengusung genre komedi dengan bumbu drama keluarga Batak.
“Kita memasukkan sedikit unsur kematian dan dark comedy di dalamnya. Karena menurut saya, sudut pandang komedi bisa datang dari mana saja, bahkan dari sebuah tragedi,” ungkap Acho dalam konferensi pers di MD Place, Rabu (18/2/2026).
Namun unsur dark comedy yang dibawa bukan seperti apa yang ditampilkan Kristo Immanuel di Tinggal Meninggal. Acho hanya membutuhkan unsur dark comedy itu untuk memantik konflik utama dalam ceritanya.
Gak Ada Matinya! menghadirkan tokoh bernama Luhut dan Binsar Siregar. Dua nama ini memang sangat kental sebagai karakter orang batak.
"Saya dan penulis dan sutradara kayaknya sepakat kayaknya Pak Luhut tuh menjadi nama yang pas gitu untuk karakternya si bapak si owner penjahit ini gitu," kata Acho. Film ini tentunya akan menjadi suguhan menarik menjelang libur lebaran nanti. ***