![]() |
| Andar Amin Harahap, Ketua Golkar Sumut periode 2026-2031 |
Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut berakhir sudah. Anggota DPR RI, Andar Amin Harahap resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Sumatera Utara periode 2026-2031 karena merupakan satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat. Andar mendapat dukungan minimal 30 dari 39 pemilik suara.
Suasana Musda yang berlangsung di Ballroom Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Kota Medan, Minggu (1/2/2026) malam langsung dipenuhi suasana riuh para pendukungnya saat Andar naik ke panggung untuk menerima petaka partai dari Plt Ketua demisioner Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Serah terima petaka itu menandakan bahwa proses Musda itu berjalan secara sah,
"Menetapkan Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara masa bhakti 2025-2030," ujar Pimpinan Sidang, Hakim Qomaruddin, saat membacakan keputusan.
Sementara itu pesaingnya Hendriyanto Sitorus hanya bisa gigit jari karena ia tidak mampu memenuhi syarat dukungan untuk maju sebagai ketua. Sampai hari pemilihan, Hendriyanto hanya mendapat dukungan resmi dari dua pemilik suara dari minimal 12 yang menjadi persyaratan utama.
Beberapa suara batal karena adanya dukungan ganda. Intinya, mayoritas pemilik suara tidak mau mendukung Hendriyanto, meski Bupati Labuhanbatu Utara ini sudah mendeklarasikan diri maju sebagai calon ketua Golkar Sumut sejak setahun lalu,.
Bandingkan dengan Andar Amin yang baru menyatakan maju sebagai kandidat dua pekan sebelum Musda berlangsung. Begitu ia mendeklarasikan diri sebagai kandidat ketua, berbondong-bondong dukungan pemilik suara mengalir kepadanya.
Suara yang mendukung Andar Amin adalah suara arus bawah di tubuh Golkar Sumut yang sebelumnya merupakan basis pendukung Musa Rajekshah alias Ijeck. Mereka mengalihkan dukungan kepada Andar setelah Ijeck dilarang mencalonkan diri karena sudah tercatat sebagai pengurus DPP Golkar di tingkat pusat.
Total pemilik suara dalam Musda Golkar adalah 39 suara. Mereka terdiri dari pengurus DPD Golkar Kabupaten/kota, Dewan pertimbangan DPD Golkar Sumut, DPP Golkar di tingkat pusat, sayap politik partai, organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan.
Mayoritas pemilik suara itu menganggap memberikan dukungan kepada Andar merupakan upaya untuk membangun partai lebih baik ke depan karena sejalan dengan keinginan basis massa Golkar. Berbeda dengan Hendriyanto Sitorus yang dianggap merupakan kandidat yang didukung para elit.
Hendriyanto disebut-sebut sebagai kandidat yang di back-up pengurus DPP Golkar Pusat, sekaligus calon yang dianggap sangat dekat dengan Gubernur Bobby Nasution.
Tidak terpilihnya Hendriyanto menjadi gambaran bahwa banyak pengurus DPD Golkar Sumut tidak lagi sejalan dengan ambisi politik Bobby Nasution yang dianggap kerap mencampuri urusan internal Golkar lewat tangan-tangan pusat.
Musda Golkar Sumut sempat mengalami tensi tinggi dengan mencuatnya aksi sejumlah pemuda berseragam kuning di luar gedung. Saat proses pemilihan berlangsung di dalam hotel, sekelompok orang memakai seragam kuning itu tampak berteriak meminta agar pemilihan dibatalkan.
Massa yang melakukan aksi datang dari arah Jalan HM Yamin Medan, persis samping pintu keluar hotel. Kemudian mereka bergerak menuju Jalan Putri Hijau Medan di depan hotel sambil berlari. Beberapa di antaranya menenteng balok kayu dan senjata tajam. Ada pula yang membakar petasan.
Massa sempat menerobos ingin masuk ke ruang pertemuan, namun berhasil digagalkan petugas. Barisan massa itu diduga merupakan pendukung Hendriyanto yang kecewa karena sosok yang mereka dukung dianggap tidak memenuhi syarat. Namun panitia sudah mengantisipasi hal ini sehingga Musda tetap berjalan.
Setelah Andar ditetapkan sebagai Ketua Golkar Sumut terpilih, Musda Golkar kemudian memilih anggota formatur. Anggota formatur sendiri terdiri dari DPP atas Ahmad Doli Kurnia, DPD Asahan, DPD Medan, dan AMPI. ***
