![]() |
| Oki Rengga |
Oki sendiri tidak pernah menduga kalau ia kini telah berubah menjadi sosok aktor yang cukup terkenal di negeri ini. Jika ditanya soal keartisan, Oki masih merasa malu. Malah ia enggan disebut sebagai artis.
“Ah..malu aku bang. Orang biasanya aku ini,” katanya dengan nada gaya bicara anak Sumut.
Terlebih lagi kalau ada yang menyamakan ia dengan actor watak Reza Rahadian, Oki langsung merasa minder.
“Ada ada aja pun abang ini,” katanya sungkan. "Malu aku. Asli setiap postingan, aku kayak mana lah, malu aku ya," tambahnya saat bertemu di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari.
Oki memang sadar bahwa belakanganya ini film-filmnya tayang secara berurutan dalam beberapa bulan terakhir.Layanan streaming film online. Menurutnya, fenomena ini terjadi bukan karena ia syuting secara terus-menerus. Banyak dari film tersebut yang sebenarnya sudah ia bintangi sejak lama.
"Bahkan ada film yang sudah kusyutingin tahun 2024, baru tayangnya sekarang-sekarang ini," jelasnya.
Ia memahami bahwa proses perilisan sebuah film seringkali terhambat oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan slot tanggal tayang.
"Orang di luar kan enggak tahu, jadi enggak bisa kita salahkan juga," katanya.
Meskipun merasa malu, ia tetap bersyukur atas rezeki yang terus mengalir. Baginya, ini adalah sebuah kepercayaan yang harus ia jaga dengan baik. Namun tetap saja ia menolak disebut sebagai seorang aktor.
"Jangan lah bilang aktor. Bilang saja Insan perfilman," ujarnya merendah.
Oki menegaskan bahwa ia akan terus menjalani semua profesinya, mulai dari stand-up comedy, menjadi host podcast, hingga berakting. Ia pun mengaku kalau bulan Ramadan ini merupakan bulan yang sangat padat aktivitas baginya.
Ia tidak hanya mengisi program sahur di televisi, ia juga akan menjalani proses syuting film secara bersamaan. Jadwalnya akan sangat padat dari pagi hingga pagi lagi.Layanan streaming film online
"Alhamdulillah ya... ini Ramadan tersibukku kayaknya. Masyaallah, karena aku pagi sampai malam, aku syuting film ini... Kalau malam sampai pagi aku program sahur," jelasnya.
Benturan jadwal ini sebenarnya tidak direncanakan. Menurut Oki, jadwal syuting filmnya mengalami kemunduran, sehingga akhirnya bertepatan dengan bulan puasa. Sementara itu, kontrak untuk program sahur telah ia setujui sejak jauh-jauh hari. Hal ini membuatnya tidak bisa menolak salah satu dari kedua pekerjaan tersebut.
Menjalani dua pekerjaan besar sambil berpuasa tentu saja menjadi sebuah tantangan yang luar biasa. Oki pun hanya bisa berharap agar ia diberikan kesehatan.
"Aku enggak tahu deh, mudah-mudahan aku sehat lah ngejalaninnya," katanya.
Konsekuensi dari jadwal yang super padat ini adalah ia hampir tidak akan memiliki waktu untuk pulang ke rumah. Beruntungnya, keluarganya sangat paham sehingga kehidupan keluarganya tetap harmonis.
Di balik jadwal kerjanya yang menggila di bulan Ramadan, ada sosok istri yang sangat suportif dan penuh pengertian. Oki Rengga mengaku sang istri tidak pernah melarangnya untuk mengambil pekerjaan, asalkan ia tetap menjaga kesehatan.
"Istriku tuh tidak pernah menyuruh aku untuk ngambil kerjaan apapun. Bahkan istriku tuh lebih ke nyuruh istirahat lah ya," ujar Oki. Meskipun berat, sang istri tetap memberikan izin penuh.
"Dia tahu waktu izin sama dia, dia yang bilang, 'Ya sudah ini nanti dibatasin ya setelah ini'," ceritanya.
Sang istri bahkan telah menyiapkan sebuah "hadiah" untuk Oki setelah semua kesibukannya selesai. Ia diizinkan untuk berlibur sendiri untuk menyalurkan hobinya.
"'Kalau mau liburan sendiri, silakan.' Ya istriku gitu. 'Kalau mau ke mana, yang tahu aku suka nonton bola, apa silakan'," lanjutnya.
Namun, bagi Oki, hal yang paling ingin ia lakukan setelah Lebaran adalah menebus waktu yang hilang bersama putranya, Arthur. Ia menganggap semua itu adalah utang yang harus dibayarnya sehingga ketika kesibukannya mereda, ia akan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Oki Rengga Winata yang lahir 26 Juni 1988 di Padang Langkat, Sumatera Utara, dari keluarga berdarah Jawa. Bisa dikatakan ia adalah putra Jawa kelahiran Sumatera.
Saat anak-anak, Oki sama sekali tidak pernah bercita-cita sebagai aktor. Ia mengaku lebih pantas menjadi komika atau pelawak tunggal.
Ia merasa berbakat sebagai komika karena sangat menyukai guyonan. Kalau berkumpul bersama kawan-kawannya, Oki memang terkenal suka bercanda sampai membuat temannya tertawa. Bakat guyonan itu yang membuat Oki bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Medan pada 2015.
Sejak itu ia mulai kerap ikut berbagai kompetisi komik di Medan. Setelah semakin terbiasa tampil di depan umum, Oki nekad ikut kompetisi Stand Up Comedy Academy pada musim ketiga yang diadakan stasiun televisi Indosiar Jakarta pada 2017. Ia berhasil menjadi runner-up di kompetisi itu.
Sejak itu Oki pun mulai sering mendapat tawaran tampil di televisi. Kuatnya solidaritas sesama komik Sumut di Jakarta membuat Oki mendapat kesempatan tampil di sejumlah film hingga akhirnya dirinya semakin populer saat ini.
Menjadi komika sebenarnya merupakan pilihan kedua bagi Oki setelah ia merasa gagal berkembang sebagai pemain sepakbola.
“Tadinya memang aku mau jadi pemain sepakbola professional, tapi tidak berkembang. Jadinya lari ke komik sajalah,” ceritanya.
Tekad mau jadi pemain sepakbola professional telah nampak pada diri Oki sejak kecil ketika ia bergabung dalam sekolah sepakbola di Langkat. Awalnya, ia bermain untuk posisi center back alias pemain belakang, Tetapi karena masalah stamina, ia dipindahkan ke posisi penjaga gawang.
Oki ternyata tidak mengecewakan sebagai kiper sehingga ia pun sempat bermain untuk klub amatir PPLP Sumut dan Poslab Labuhanbatu. Selanjutnya ia bergabung ke PSDS Deli Serdang sebagai klub profesional perdananya, di mana ia bermain di sana selama dua musim dari pada 2009 hingga 2011.
Setelah itu Oki sempat bergabung dengan klub Medan Chiefs selama beberapa bulan, club baru yang kala itu bermain untuk Liga Primer Indonesia. Kemudian, ia pindah ke klub Pro Duta FC selama dua musim hingga 2012.
Yang mengejutkan, Oki pernah merasakan bermain untuk klub legendaris PSMS Medan. Bahkan, dalam beberapa pertandingan krusial, Oki sempat menggantikan posisi Markus Haris Maulana selaku penjaga gawang di sana.
![]() |
| Oki Rengga saat bermain untuk Klub Kalteng Putra |
Pada kurun 2015 hingga 2016, Oki sering bergonta-ganti klub. Bahkan, ia pernah bermain untuk Klub Kalteng Putra yang bermarkas di Palangkaraya pada 2016. Setahun setelah kontraknya selesai, Oki kembali ke Sumut untuk memperkuat klub lamanya Pro Duta.
Sayangnya, permainan Oki kurang berkembang setelah itu. Ia lebih banyak bermain sebagai kiper cadangan. Karir sepakbolanya semakin pudar setelah klub Pro Duta bubar.
Sejak itu ia pun memutuskan mengembangkan hobinya yang kedua, melawak. Oki mulai menjadi pelawak tunggal setelah bergabung ke dalam komunitas Stand Up Indo Medan.
Awalnya, ia hanya sekadar menjadi penikmat. Kemudian, ketika komunitas mengadakan sebuah kompetisi, ia mulai mencoba untuk mengikuti kompetisi tersebut. Hasilnya, Oki memperoleh juara pertama dan ia pun mulai sering berlatih bersama komunitas.
Komedi yang ia angkat adalah keresahannya sebagai seorang pemain sepak bola di Indonesia, khususnya yang berposisi sebagai penjaga gawang seperti Oki sendiri.
Oki yang konsisten dengan materi seputar kehidupannya sebagai kiper ini terus berkembang sehingga menjadi komika yang diperhitungkan di tanah air. Pentas komika ini yang kemudian membawanya menjadi aktor terkenal sehingga kini bisa hidup lebih nyaman di Jakarta. ***

