-->

Catat Janji Kementerian PU, Jalan Medan- Sibolga sudah Lancar Mulai H-7 Lebaran

Sebarkan:
Proses perbaikan jalan Medan-Sibolga ( foto Kementerian PU)

Kabar cukup melegakan hadir di Sumut menjelang lebaran tahun ini. Jalan Medan – Sibolga yang rusak parah akibat bencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu, secara perlahan mulai selesai diperbaiki. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ruas jalan nasional Medan menuju Sibolga dapat dilalui pemudik mulai H-7 Lebaran 2026.

Hal tersebut dipastikan Menteri PU Dody Hanggodo usai meninjau langsung kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu, 8 Maret.

"Ruas jalan nasional dari Medan menuju Sibolga sudah siap menghadapi arus mudik mulai H-7 Lebaran," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 9 Maret.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Dody menilai, masih terdapat beberapa titik yang memerlukan penanganan lanjutan, khususnya di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara menuju Sibolga yang masih berpotensi mengalami longsor susulan.

Akan tetapi, Kementerian PU telah menyiapkan langkah antisipasi dengan menempatkan sejumlah alat berat di titik-titik rawan guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan.

"Jika terjadi longsor, pembersihan langsung dilakukan saat itu juga. Selain itu, kami menempatkan sejumlah alat berat untuk mempermudah pembersihan material," katanya.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah juga menyiapkan posko penanganan di sejumlah titik guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan di ruas jalan nasional.

Menurut Dody, saat ini akses Tarutung–Sibolga tetap terjaga melalui jalur alternatif Tarutung–Rampa–Poriaha. Sementara itu, segmen Sibolga–Tarutung melalui Batu Lobang yang sebelumnya mengalami longsor sepanjang sekitar 70 meter kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat dengan pengaturan waktu melintas.

Selain itu, koridor Sibolga–Batang Toru juga telah kembali fungsional setelah pemasangan dua unit jembatan bailey di Sungai Garoga untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Secara keseluruhan, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut melakukan penanganan sepanjang 131,19 kilometer ruas jalan nasional pada koridor perbatasan Provinsi Aceh hingga Kota Sibolga serta Rampa–Poriaha–Mungkur.

"Kami juga mengimbau para pemudik agar mempersiapkan kendaraan dengan baik. Selain itu, kondisi fisik juga harus dijaga agar perjalanan berjalan lancar dan selamat sampai tujuan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian PU menyampaikan, masih ada 17 jalan putus dari total 27 titik rusak di Provinsi Sumut imbas banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu.

Diketahui, ada 11 kabupaten/kota terdampak, antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah; Kota Sibolga; Kabupaten Tapanuli Utara; Kabupaten Tapanuli Selatan; Kabupaten Mandailing Natal; dan Kabupaten Dairi.

Kemudian, ada Kabupaten Karo; Kota Medan; Kabupaten Pakpak Barat; Kabupaten Deli Serdang; dan Kota Binjai.

Dikutip dari akun Instagram resmi @kementerianpu, Jumat, 12 Desember 2025, ada beberapa kejadian akibat banjir tersebut. Rinciannya, longsor tebing di 171 titik dengan total yang sudah ditangani pemerintah 163 titik, jalan putus 27 titik dengan total tertangani 10 titik dan jalan amblas di 38 titik dengan total sudah ditangani sebanyak 18 titik.

Selanjutnya, oprit jembatan putus sebanyak empat titik dengan sudah ditangani 3 titik serta genangan banjir di 28 titik dengan total semua sudah ditangani.

"Sebagian besar titik kritis kini sudah tertangani, 163 titik dari 171 titik longsor telah dibersihkan, 10 titik dari 27 titik jalan putus sudah terhubung kembali dan 28 titik genangan banjir seluruhnya telah surut dan tertangani," tulis akun Instagram tersebut.

Kementerian PU bekerja cukup cepat dalam menangani fasilitas yang rusak karena bencana yang lalu. Sementara Pemerintah Provinsi Sumut terkesan bekerja sangat lambat. Bahkan untuk Pembangunan hunian sementara saja belum selesai semuanya. Padahal Gubernur Bobby sudah berjanji akan menyelesaikan itu sebelum Ramadan.

Ia bahkan berani berjanji, jika memasuki Ramadhan Pembangunan hunian belum selesai, warga korban bencana yang sampai sekarang tinggal di Lokasi pengungsian darurat, akan diinapkan di hotel agar mereka nyaman melaksanakan ibadah Ramadan.

Nyatanya, semua itu omong kosong. Bobby lagi-lagi berdusta kepada korban bencana. Tak mengejutkan jika Bobby mendapat predikat gubernur terburuk di Indonesia berdasarkan survey platform Muda Bicara ID. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini