-->

Prabowo Ingin Damaikan Perang Iran vs AS, Inilah Gimmick Tanpa Akal Sehat!

Sebarkan:

Setelah merendahkan harga diri bangsa melalui penandatanganan kesepakatan dagang dengan Amerika yang tidak seimbang, kini Presiden Prabowo Subianto punya obsesi baru, yakni mau mendamaikan perang yang sedang berkecamuk antara Iran melawan Amerika Serikat yang berkoalisi dengan sekutunya, Israel.

Prabowo merasa punya pengaruh kuat untuk menyelesaikan perang itu. Seakan ia merupakan pemimpin dunia yang kuat.

Bagi para pemuja Prabowo yang tidak punya pengetahuan memadai, tentu obsesi itu dianggap sangat hebat. Mereka pasti memuji Prabowo sebagai pemimpin berpengaruh.

Namun bagi mereka yang paham posisi Indonesia di mata dunia, pasti sadar bahwa Prabowo sedang bermimpi di siang bolong. Bagaimana mungkin ia bisa mendamaikann masalah itu, sedangkan citra Indonesia di mata Amerika sudah sangat jatuh. Negara ini seakan sudah tidak punya harga diri lagi karena tak kuasa melawan tekanan ekonomi Amerika.

Apalagi di mata Israel, Indonesia hanyalah pelengkap penderita dalam kancah global. Lihat saja bagaimana Israel membombardir rumah sakit Indonesia yang ada di Palestina. Negara itu malah menghina Indonesia sebagai negara yang tidak punya kekuatan apa-apa dalam membantu Palestina. 

Sudah begitu, merasa bisa menyelesaikan perang Iran? Itu Namanya nggak tahu diuntung..!

Bukan bermaksud meremehkan kekuatan Prabowo, tapi hanya mengajak masyarakat Indonesia agar mau menggunakan akal sehat. Jangan  sampai tertipu dengan gimmick yang tidak mendasar itu.

Lihat saja bagaimana Kementerian Luar Negeri membangga-banggakan rencana Prabowo yang katanya siap untuk berangkat ke Iran guna menyelesaikan perang yang sedang berkecamuk itu.  Malah dengan gayanya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui jalur damai.

Melalui flatform media social X, Kementerian Luar Negeri menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Begini tulisannya, "Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi."

Dalam benak Kemenlu, seruan itu dibaca para pemimpin dunia dan bisa menjadi peredam untuk menghentikan perang. Dasar tak punya akal!

Perang sudah dimulai dengan pengerahan berbagai jenis senjata canggih. Rudal rudal balistik dan ratusan drone bunuh diri sudah bergerak cepat menuju sasarannya. Bahkan pasukan Amerika mengklaim telah berhasil membunuh pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sudah begitu, masih dibilang menahan diri lagi? Dasar banyak bacot!

Yang lucunya, Kemenlu mengatakan kalau Pemerintah Indonesia bersedia terlibat langsung dalam upaya mediasi apabila kedua negara yang berseteru menyepakati langkah tersebut.

Coba ditelaah kembali, apa tidak sia-sia kampanye goblok yang dilakukan Kemenlu itu. Sebenarnya mereka mau menghentikan perang atau ingin menyebarkan pencitraan kepada warganya sendiri untuk menunjukkan bahwa Prabowo adalah negara besar yang berpengaruh di dunia? Dasar kekanak-kanakan.

Bagaimana mungkin Prabowo bisa mendamaikan konflik tersebut, sementara Indonesia sendiri adalah ‘anak bawang’ yang tidak dihargai Amerika dan Israel. 

Jusuf Kalla mengajak bangsa berpikir dengan akal sehat menilai obsesi Prabowo untuk mendamaikan perang Iran vs Amerika dan Israel 
Makanya sangat realisis ucapan mantan presiden Yusuf Kalla yang dengan tegas mengatakan bahwa terlalu berlebihan mimpi Prabowo untuk bisa mendamaikan konflik Iran dan Amerika itu.

“Indonesia baru saja menandatangani kesepakatan dagang dengan Amerika di mana posisi Indonesia sangat tidak seimbang. Kesepakatan itu menunjukkan Indonesia dalam control Amerika. Dalam situasi itu, jelas tampak ada ketidaksetaraan. Bagaimana mungkin dalam posisi tidak setara, Indonesia merasa bisa mendamaikan konflik Iran?” kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla lantas membandingkan bagaimana lemahnya posisi Indonesia dalam menyelesaikan konflik di Palestina.

“Untuk membantu Palestina saja tidak berhasil, apalagi mendamaikan konflik yang ini,” kata Yusuf Kalla.

Meski demikian, sebagai seorang negarawan, Jusuf Kalla tetap menghargai impian Prabowo itu.

Namun sebuah Impian tentunya harus dibarengi dengan logika. Kalau tidak sejalan dengan logika, impian itu sama saja dengan mimpi di siang bolong.

Kebijakan Prabowo yang menandatangani kesepakatan dagang dengan Amerika sudah menunjukkan bagaimana harga diri bangsa ini telah digadaikan dengan begitu murah. Lantas, Prabowo masih saja merasa hebat paling mampu menyelesaikan perang Iran dan Amerika?

Dasar antek-antek asing. Mendamaikan ndasmu..!**

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini