-->

BNPB Targetkan Tidak ada Lagi Warga Sumut Tinggal di Pengungsian saat Bulan Ramadan

Sebarkan:

Pengungsi korban bencana Sumut yang tinggal di rumah hunian sementara
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan, tidak ada lagi warga Sumatra Utara (Sumut) di lokasi pengungsian saat bulan suci Ramadan tahun ini. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengaku, pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut.

"Per hari ini di wilayah Sumatera Utara hanya tiga kabupaten yang mengajukan pembangunan huntara," ucap Suharyanto dikutip Selasa (13/1/2026).

Ketiga kabupaten di Sumut itu adalah Tapanuli Utara sebanyak 40 unit huntara, Tapanuli Tengah 209 unit huntara, dan Tapanuli Selatan 800 unit huntara.

Data Posko Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sumut hingga Kamis (8/1) menyebutkan terdapat 18 kabupaten/kota di Sumatra Utara terdampak bencana dengan estimasi kerugian mencapai Rp 17,23 triliun. Adapun jumlah masyarakat terdampak tercatat mencapai 479.045 Kepala Keluarga (KK) atau 1.803.549 jiwa, dan jumlah pengungsi 3.371 KK atau 13.378 jiwa.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka mencapai 126 jiwa, korban meninggal dunia sebanyak 372 jiwa, dan masih dinyatakan hilang 53 jiwa.

"Sementara kabupaten/kota lainnya tidak mengajukan huntara, sehingga masyarakat yang rumah rusak berat ini akan mendapat dana tunggu hunian pengungsian," kata dia.

Secara total, ada 1.606 huntara yang sedang dibangun oleh Kementerian PU. Perinciannya, sebanyak 1.522 huntara sedang dalam tahap pembangunan dan 84 huntara lainnya telah rampung per hari ini. Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan, pembangunan ribuan huntara tersebut akan rampung sebelum bulan Ramadan 2026.

Hal itu disampaikan Dody dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan Pemerintah, dipantau secara daring di YouTube TV Parlemen, Sabtu, 10 Januari.

Dody merincikan, 1.522 huntara itu sedang dibangun di empat wilayah terdampak, antara lain, sebanyak 480 unit di Kabupaten Bener Meriah (Provinsi Aceh), 211 unit di Pidie Jaya (Provinsi Aceh), Aceh Utara (Provinsi Aceh) sebanyak 400 unit serta di Kabupaten Tapanuli Selatan (Provinsi Sumatera Utara) sebanyak 431 unit. Pihaknya menggunakan sistem modular baja dalam pembangunan ribuan huntara tersebut.

Hunian sementara (huntara) adalah rumah sementara yang disiapkan pemerintah untuk korban bencana sebelum nantinya mereka mendapat  bantuan rumah hunian tetap (huntap). Pemerintah sendiri sedang bekerja menyiapkan sebanyak 5.951 unit huntap bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumut. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini