Joao mengatakan, saat proses pengadaan, sejumlah produsen lokal seperti grup Astra, produsen asal China hingga Mitsubishi telah mengajukan beberapa penawaran. Namun, penawaran tersebut dinilainya kurang kompetitif.
"Kami pastikan bahwa semua produsen lokal kami undang. Astra menawarkan. Harga yang mereka tawarkan tidak kami sepakati, dan juga kemampuan produksi mereka terbatas," ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Joao mengaku bahwa harga yang ditawarkan produsen lokal seperti Astra terbilang mahal sekitar 25% dibandingkan yang ditawarkan oleh produsen asal India yang telah berkontrak dengan perusahaan. Perusahaan India itu adalah Tata Motors dan Mahindra
Apalagi, kata dia, produsen India belakangan juga telah menyanggupi untuk memenuhi tenggat waktu pengiriman. Bahkan, mereka rela memindahkan fasilitas produksi model lain untuk mengutamakan model yang dipesan Agrinas.
"Kalau kami [dinilai] tidak memberikan kesempatan atau ruang untuk produsen lokal, saya rasa itu tidak benar. Kita harus terbuka, kita lakukan ini secara transparan dan semua produsen kita beri kesempatan yang sama," tutur dia.
Buka
Bengkel
Inilah model pikap buatan India yang diimpor untuk kepentingan Koperasi Merah Putih
Di sisi lain, Joao juga memastikan bahwa pikap India yang diproduksi oleh Tata Motors dan Mahindra tersebut memiliki spesifikasi yang sesuai dan cukup tangguh untuk kebutuhan operasional. Apalagi, kata dia, kedua produsen itu berencana untuk membuka dealer, sekaligus menyuplai distribusi suku cadang di Indonesia untuk memudahkan keberlanjutan operasional kendaraan ke depan.
"Ini nanti dilakukan suplai suku cadang, dan kemudian dilanjutkan dengan persiapan untuk membuka bengkel-bengkel di seluruh tempat, di mana mereka akan beroperasi," tutur dia.
Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.
Sebanyak 1,200 mobil sudah tiba di Indonesia. Agrinas mengaku siap mendistribusikannya ke setiap Koperasi Merah Putih meski saat ini banyak protes terkait impor itu. Rencana setiap koperasi akan mendapatkan minimal satu unit mobil. ***
