-->

Ingat Janji Bobby, akan Sewa Hotel Bila Masih ada Pengungsi Tinggal di Tenda Jelang Ramadan

Sebarkan:

 

Pelajar SMA Negeri 1 Tukka, Tapanuli Tengah, mengikuti pembelajaran di tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah tersebut pada Selasa (27/1/2026). 
Sudah 70 hari bencana banjir dan longsor berlalu dari Sumatera Utara, namun penderitaan para korban masih belum reda. Hingga pekan pertama Februari 2026, masih terdapat sekitar 11.085 orang pengungsi yang tinggal di tenda dan lokasi darurat. Mereka tersebar di wilayah Tukka dan sekitar kabupaten Tapanuli Tengah dan kawasan Batang toru, Tapanuli Selatan.

Janji Pemerintah untuk segera menyiapkan hunian sementara bagi mereka masih dalam proses. Anehnya, janji itu selalu barubah-ubah, lebih banyak angin sorga ketimbang realita.

Sebelumnya Gubernur Sumut Bobby Nasution berjanji bahwa sebelum Ramadan 2026, tidak ada lagi pengungsi korban bencana di Sumatera Utara yang tinggal di tenda atau tempat darurat. Ia akan mendorong agar pembangunan hunian sementara segera dipercepat sehingga tenda-tenda darurat tidak ada lagi.

Sampai-sampai Bobby  berjanji akan menyewakan hotel bagi para pengungsi itu manakala saat ramadan mereka masih tinggal di tenda atau Lokasi darurat.

“Kami juga sepekan lalu, sudah sepakat untuk seluruh posko pengungsian, tidak ada lagi pengungsi, sebelum puasa atau selambatnya sebelum Hari Raya Idul Fitri," ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan hal itu saat mendampingi Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian Ketika  meresmikan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, Kamis (5/2/2026).

Bobby bahkan berjanji akan siap menyewa hotel bila hingga menjelang puasa, masih ada korban bencana yang belum tinggal di huntara atau huntap, lantaran pembangunan belum selesai dilakukan.

"Kalau perlu kita bisa mencari hotel yang bisa disewa per bulan, untuk menampung bila masih ada warga di pengungsian. Paling tidak mereka bisa menjalankan ibadah puasa dalam kondisi lebih baik," ujar Bobby.

Mantan Wali Kota Medan ini juga mengatakan bahwa pihaknya terus memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak bencana.  Sejak akhir November 2025, dia mengaku telah beberapa kali mengunjungi sejumlah titik lokasi pengungsian dan menjadikan upaya penanganan pascabencana sebagai prioritas.

"Kita mempersiapkan dananya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana, seperti pembangunan hunian tetap. Jika belum ada lahannya, kami Pemerintah Provinsi akan menyiapkannya dengan anggaran provinsi," ujar dia.

Warga korban bencana tentu saja merasa gembira dengan janji Bobby ini. Namun mereka harus wanti-wanti soal kemungkinan dikibuli, sebab  Bobby punya track record yang tinggi dalam menebarkan janji manis kepada masyarakat. Berkali-kali ia ingkar janji, seakan tidak pernah peduli dengan janji itu.

Lihat saja, misalnya janji Bobby soal pembangunan Stadion Teladan senilai Rp560 miliar. Bobby berjanji proyek itu selesai pada Oktober 2024. Nyatanya sudah setahun lebih janji itu berlalu, sampai sekarangpun proyek itu belum selesai.

Kalaupun proyek itu bisa diselesaikan dalam waktu dekat, yang sukses menuntaskan proyek itu adalah Walikota Medan yang baru, Rico Waas, bukan Bobby, sebab proyek itu dilaksanakan Pemko Medan.

Begitu juga proyek pembangunan Islamic Center yang berlokasi di Kecamatan Medan Labuhan bernilai Rp432 miliar, janjinya akan tuntas pada penghujung 2024. Nyata saat ini proyek itu lebih banyak terbengkalai. Padahal janji Bobby untuk proyek itu begitu manis dan membuai banyak orang.

Proyek lapangan Merdeka Medan juga kacau balau karena uang yang terhambur untuk proyek itu tidak setara dengan hasilnya.

Ada banyak lagi yang tertipu dengan janji manis menantu Jokowi ini.

Sangat menyedihkan kalau ia juga menjadikan korban bencana dengan janji-janji manis yang tidak terealisasi. Maka itu, para korban harus mengingat janji itu. Jangan biarkan Bobby ingkar lagi.

Para korban harus menuntut tinggal di hotel manakala hunian sementara atau hunian tetap bagi mereka tidak bisa diberikan pemerintah sampai menjelang ramadan ini.

Bulan ramadan tinggal sekitar 12 hari lagi. Semoga Bobby bisa mendorong agar nasib pengungsi di Sumut akan tertangani dalam waktu dekat. Jika tidak, janji menginapkan mereka di hotel harus dipenuhi. Jangan jadikan korban bencana seperti Stadion Teladan.

Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor yang terjadi pada penghujung November 2025 telah menerjang 20 kabupaten/kota di Sumut sehingga menyebabkan ribuan warga kehilangan rumah. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut terbaru, total akibat bencana itu sebanyak 376 orang tewas, 40 orang menghilang dan 11.209 orang masih mengungsi. ***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini