![]() |
| Pemerintah Amerika dan Presiden Prabowo menunjukkan kesepakatan dagang yang ditandatangani kedua negara |
Pada dasarnya Tidak ada sesuatu yang istimewa yang didapatkan Indonesia dari perjanjian dagang yang ditandatangani Bersama Presiden Amerika Donald Trump. Paling hanya penurunan tarif sejumlah produk. Meski begitu, Pemerintah Indonesia tampak sangat bangga.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Amerika Serikat sepakat memberikan tarif 0% pada beberapa produk kedua negara. Produk Indonesia yang mendapat tarif 0% adalah minyak sawit, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang.
“Khusus produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0% dengan mekanisme tarif rate quota. Tentunya ini akan memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini dan kalau kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh pada 20 juta masyarakat Indonesia,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers pengumuman Kesepakatan Dagang Indonesia dengan AS di Washington, AS, dikutip Jumat (20/2/2026).
Indonesia juga memberikan tarif 0% pada produk AS yang diimpor terutama produk pertanian di mana salah satunya gandum dan kedelai.
“Sehingga masyarakat membayar tarif 0% untuk barang yang diproduksi dari gandum dan kedelai dalam hal ini mie instan, tahu dan tempe masyarakat Indonesia tidak dikenakan tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari AS,” terang Airlangga.
Indonesia dan AS juga sepakat untuk tidak mengenakan biaya masuk transaksi elektronik. Kebijakan ini juga diberikan kepada Eropa.
Perjanjian ini berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan oleh kedua belah pihak, konsultasi dengan DPR dan AS dengan proses internalnya.
Indonesia paling terdepan membuat kesepakatan dagang dengan Amerika karena negara ini paling takut dengan ancaman ekonomi yang diberlakukan Trump. Sementara negara lain yang mendapat kenaikan tarif lebih besar, tetap tenang. Malah China paling berani melawan dengan menaikkan tarif lebih tinggi bagi produk Amerika yang masuk ke negara itu.***reuters
