-->

Korban Bencana Langkat Tidak Mendapat Perhatikan Bobby, Bupati dan Warga Langsung Mengadu ke Mensos

Sebarkan:
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, mendengarkan langsung paparan dari Bupati Langkat Syah Afandin yang lebih akrab disapa Ondim, terkait bencana di daerahnya pada November 2025. Namun para korban kurang mendapat perhatian dari Gubernur Bobby, sehingga Langkat merasa dianaktirikan. Oleh karena itu mereka meminta langsung perhatian dari Mensos.

Semestinya Gubernur Sumut, Bobby Nasution -- sebagai kepanjangan pemerintah pusat di daerah –aktif memberi perhatian bagi korban bencana yang terjadi di daerahnya. Nyatanya, Bobby terkesan kurang peduli dengan korban bencana banjir dan longsor yang melanda Langkat. Bupati dan para korban tentu saja kecewa.

Tak mau berlama-lama, Bupati Langkat dan sejumlah korban bencana di wilayah itu langsung berangkat ke Jakarta untuk mengadukan nasib ke Menteri Sosial. Pada Rabu (6/5/2026) rombongan itu akhirnya bisa bertemu Menteri Sosial Syaifullah Yusuf untuk menuntut pemerataan  bantuan bencana bagi mereka.

“Saya tidak ingin berlama-lama, biar Mensos yang langsung bertindak,” kata Bupati Langkat, Syah Afandin yang lebih akrab disapa Ondim. 

Bahkan Ondim mendorong agar warganya yang langsung berdialog dengan Mensos.

Berangkat langsng ke Jakarta bertemu Mensos merupakan keputusan yang diambil Ondim setelah sejumlah korban bencana di daerahnya mengeluh kurangnya perhatian pemerintah kepada mereka. Apalagi Gubernur Bobby Nasution jarang sekali berkunjung ke lokasi bencana di Langkat.

Padahal Langkat termasuk salah satu daerah yang cukup parah mengalami bencana pada penghujung November lalu. 

Data Badan penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyebutkan, sekitar 3.437 rumah warga Langkat yang mengalami kerusakan akibat bencana itu, sebanyak 714 di antaranya mengalami rusak berat sehingga tidak bisa ditempati lagi. Sedangkan korban tewas mencapai 16 orang.

Sama seperti bencana yang terjadi di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Langkat juga mengalami kerusakan di berbagai infrastruktur, seperti jembatan, jalan dan fasilitas pendidikan.

Saat bencana terjadi, ribuan orang warga Langkat terpaksa mengungsi ke tempat-tempat darurat. Saat ini arus pengungsi memang tidak ada, sebab para korban lebih memilih mendirikan tempat darurat di bekas rumah mereka yang rusak.

Dengan status sebagai korban bencana, seharusnya warga Langkat mendapat perhatian yang sama dari Pemerintah. Nyatanya Bobby Nasution terkesan tidak peduli dengan kondisi di daerah ini. Bobby menganggap wilayah bencana di Sumut hanya di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

“Padahal daerah kami juga cukup parah,” kata Ondim.

Hal itu yang membuat warga korban bencana sempat beramai-ramai melakukan aksi demo ke kantor Bupati Langkat.

Ondim yang tidak mau dituduh macam-macam, lantas balas menyalahkan Pemerintah provinsi yang kurang peduli dengan kondisi bencana di daerahnya. Oleh karena itu ia nekad bersama warga untuk bertemu langsung mengadukan masalah itu kepada Mensos di Jakarta.

Disambut Langsung Oleh Mensos

Saat berkunjung ke kantor Mensos, Ondim dan sejumlah perwakilan korban bencana – terutama dari wilayah Kecamatan Besitang  dan Kecamatan Tanjung Pura  serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) --  disambut langsung oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos RI, Masryani Mansyur.

Di hadapan Menteri Sosial, Ondim memaparkan secara langsung kondisi riil masyarakat di lapangan pascabanjir.  Ia juga menyampaikan bahwa masih terdapat masyarakat terdampak yang proses penyaluran bantuannya masih dalam tahap pendataan dan verifikasi.

Menurutnya, aspirasi masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Langkat.

"Karena itu, Pemkab Langkat datang langsung ke pemerintah pusat untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh perhatian dan bantuan secara merata," kata Ondim.  

"Aspirasi masyarakat menjadi prioritas kami. Kami datang langsung berkoordinasi dengan bapak menteri perihal data susulan masyarakat terdampak yang masih dalam proses pendataan bantuan," sambungnya.

Lebih lanjut, Bupati Langkat secara khusus memohon solusi bagi masyarakat terdampak yang hingga kini masih menunggu proses penyaluran bantuan.  Ondim berharap usulan yang disampaikan dapat segera direalisasikan, sehingga seluruh warga terdampak banjir di Kabupaten Langkat memperoleh hak dan perhatian yang semestinya.

Selain membahas percepatan penyaluran bantuan, kegiatan koordinasi juga dilanjutkan bersama Satgas PRR (Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) sebagai langkah konkret memastikan tindak lanjut di lapangan berjalan optimal.

Dalam pertemuan itu turut dibahas percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) terpusat di lahan PTPN II Regional I, termasuk proses pembebasan lahan serta langkah strategis percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Langkat.

"Pemerintah Kabupaten Langkat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan banjir, mulai dari distribusi bantuan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan menyeluruh," tutup Ondim.  

Kesepakatan antara Ondim dan Mensos itu menjadi pukulan telak kepada Bobby Nasution yang tidak tanggap terhadap korban bencana di Langkat. Bobby selama ini hanya menganggap bencana yang terjadi pada November 2025 hanya terjadi di Tapanuli Tengah, Sibolga dan Tapanuli Selatan.***

 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini